Tampilkan postingan dengan label Jejak Langkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Langkah. Tampilkan semua postingan

10 Juli 2012

Terimah tamu dan registrasi peserta Rakor BOS Kementerian Agama di Novotel Hotels @Semarang.


Dilanjut dengan jalan-jalan di protokol, menghirup aroma malam di tugu dan sekaligus menikmati keangkeran Lawang sewu di pusat kota Semarang




27 Oktober 2011

Bali, Saya Akan Kembali...


Kuta merupakan tempat menarik, terletak di Kecamatan Kuta sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Badung, Bali, sekitar 10 menit dari bandara. Terletak pada bagian selatan dari pulau dan terkenal dengan pantai berpasir putih, tempat yang tepat untuk berselancar dan untuk melihat matahari terbenam.

Kuta telah dikenal oleh wisatawan di seluruh dunia, yang ingin menghabiskan masa liburan mereka di pulau dewata sambil bersantai di sepanjang pantai berpasir putih.

Kuta selalu sibuk dan sesak selama Juni sampai September karena ada beberapa masa liburan, namun kita kesan dalam rangka kerja, yakni rapat koordanasi tim manajemen BOS Kementerian Agama RI.

Di Bali kami menginap di hotel Inna Kuta Beach, jarak yang begitu dekat dengan pantai Kuta. Saat sore hari begitu ramai pengunjung bersantai untuk melihat matahari tenggelam dan sebagai menghabiskan waktu berjemur, juga ada yang hanya bercengkramah dengan pasangan.

Saat malam hari, hiburan malam bertebaran di sepanjang jalan. Hilir mudik wisatawan, para turis dan pengunjung berbaur menjadi satu. Terasa waktu begitu cepat dan pagi tiba-tiba dating. Saya hanya melewati keramaian itu karena tujuan saya ingin mengunjungi monumen korban bom bali yg mengguncang tahun 2002 silam.

Bali, menjadikan orang yang sudah ke sana ingin kembali lagi…..



Juara Group Outbound 2011


Untuk menjadi yang terbaik dalam pekerjaan, seseorang tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknik dan fisik.

Ada hal lain yang berpengaruh membentuk pekerja agar berprestasi lebih baik, yaitu mental juara, yang salah satunya bisa diasah lewat pelatihan ”soft skills” seperti ”outbound”.

Lewat cara itu, seorang bisa dilatih. Mental mereka diuji melalui sebuah permainan sederhana namun melibatkan emosi, kesabaran, ketangguhan, dan keuletan untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

26 Oktober 2011

Berkunjung ke Serambi Makkah


Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di tanggal 29 September, saya berkesempatan mengunjungi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam rangkaian tugas kantor.


Selama tiga hari di Banda Aceh, saya banyak mendapat pengetahuan/info tentang provinsi yang terkenal dengan julukan Serambi Mekkah dan warganya. Banyak cerita tentang bencana tsunami yang memporak porandakan NAD pada tahun 2004 lalu.


Hari pertama saya gunakan untuk keliling kabupaten Banda aceh dan Aceh Besar, sekalian meninjau lokasi yang akan saya datangi untuk tugas kantor. Mendengar cerita kalau di Aceh terkenal dengan kopinya, saya pun mencoba mampir ke salah satu warung yang lumayan rameh untuk mencicipinya.


Hari berikutnya, bertepatan pada hari jum’at saya berkunjung ke masjid bersejarah dan terkenal di Banda Aceh, apalagi kalau bukan Masjid Agung Baiturrahman, sekalian saya melaksanakan sholat Jum’at di sana. Terasa khusu’ ibadah disana karena udara begitu sejuk dan segar, apalagi mendengar cerita tentang keagungan masjid ini yang merupakan satu-satunya bangunan yang selamat dari tragedi tsunami.


Di waktu lain, saya juga berkesempatan mengunjungi Museum Tsunami, Pintu Khop Banda Aceh, dan situs Kapal PLTD Apung 1, yang terdampar di Kampung Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.


Nah, saya akan bercerita tentang kunjungan saya ke situs Kapal PLTD Apung 1 itu, yang menjadi obyek wisata resmi di Banda Aceh. Bencana tsunami yang terjadi pada 24 Desember 2004 ini, memang dashyat kekuatannya.


Bayangkan saja, tongkang berbobot mati 2.600 ton dengan panjang 63 meter serta luas 1.600 meter persegi terseret sejauh lima kilometer dari Pelabuhan Ulee Lheue hingga terdampar di Kampung Punge Blang Cut. Selain kapal PLTD Apung 1 ini, terdampar juga sebuah kapal kecil, yang menerjang rumah warga.


Menurut warga sekitar yang menjadi perawat situs kapal tersebut, warga baru tahu kalau kapal yang memasok listrik bagi masyarakat Kotamadya Aceh dan Ulee Lheue terdampar setelah musibah berakhir.

Dari puluhan awak kapal yang ada di dalam kapal, hanya satu orang yang selamat, itu pun karena ia tertidur di tempat yang paling atas dari Kapal PLTD Apung 1.


Saya lalu mencoba menaiki kapal tersebut. Di setiap lantai, terpancang tiang bendera Merah Putih. Dari puncak kapal, saya bisa melihat Taman Edukasi Tsunami dan galeri foto tsunami, yang terletak tidak terlalu jauh dari lokasi bangkai kapal.


Selain itu, kita bisa menikmati indahnya Pantai Ulee Lheue. Jangan heran, banyak wisatawan baik lokal maupun luar negeri yang datang ke situs tersebut memanfaatkan dengan berfoto-foto.


Saat ini, situs kapal tersebut masih dikelola oleh warga setempat, padahal tsunami sudah berlalu tujuh tahun. Alasan klise, pemerintah daerah tidak punya dana untuk mengelolanya.


Untuk kebutuhan perawatan situs tersebut, warga setempat meletakkan kotak bantuan, yang diharapkan diisi oleh pengunjung secara sukarela. Semoga saja rencana pembangunan wisata tsunami Kapal Apung, yang kabarnya akan didukung dana dari pemerintah dan pihak asing, tidak sekedar kabar burung. ***

Outbound: Pendidikan Inovatif Kreasi Kurt Hahn


Outward Bound adalah ide pendidikan inovatif yang dikreasikan oleh Kurt Hahn yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari enam puluh tahun. Fakta Ini dapat dikatakan luar biasa karena begitu banyak metode pendidikan yang muncul dan tenggelam selama periode ini.

Apakah karena konsep ini sangat mudah beradaptasi dan dapat diterapkan pada dunia edukasi secara masal atau karena pemikiran dan filosofi dari konsep metode semacam outbound ini adalah abadi dan memiliki daya tarik universal? atau mungkin kedua faktor tersebutlah yang membuat metode ini menjadi populer dan terus berkembang.

Yang jelas sang penemu metode outward bound atau lebih dikenal outbound training , Kurt Hahn telah meninggal pada tahun 1974 tetapi pengaruhnya dalam Outward Bound dan inisiatif pendidikan lainnya masih hidup hingga saat ini. Beliau lebih menekankan tercapainya tujuan daripada melatih fokus, dengan menggunakan cara yg sangat fleksibel, beragam dan sangat adaptatif. Begitu pula dengan metode Outbound Training, dengan programnya yang boleh dikatakan “tidak lazim”

Filsafat pendidikan Hahn adalah perpaduan dari apa yang dianggap sebagai ide terbaik yang diambil dari berbagai sumber. Menurutnya, pendidikan adalah seperti pengobatan, metode pengobatan yang ada pada saat ini adalah hasil penemuan dan penyempurnaan dari metode metode terdahulu, jika anda datang ke seorang ahli bedah umum dan meminta untuk membedah usus anda dengan cara yang terbaik dan benar, pasti dokter ahli bedah umum tersebut akan menyarankan anda untuk datang ke ahli bedah yang lebih ahli mengenai usus.

Jadi menurut Hahn, tidak ada yang istimewa dan baru dari metode “temuannya”, karena menurut Hahn, ia hanyalah mengumpulkan, merumuskan kemudian mengemasnya dengan cara yang dianggapnya paling sesuai dengan pengalaman atau proses hidupnya pada masa itu. Beliau menganggap, lebih baik meminjam sebuah ide atau metode yang sudah teruji dan terbukti ketimbang harus mencari dan berkesperimen dengan metode baru.

unci keberhasilan Hahn adalah, ia berhasil merangkum, mengambil dan menggabungkan ide dan metode terbaik dari tiap pakar pendidikan di dunia, menjadi suatu metode edukasi yang sangat unik.

Hahn memiliki keyakinan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan potensi dan kekuatan spiritual serta kemampuan untuk membuat penilaian yang benar mengenai nilai hidup dan moral.

Dalam perkembangan hidupnya, seseorang itu kehilangan kekuatan spiritual ini dan kemampuan untuk membuat penilaian moral karena, apa yang Hahn sebut, diseased society dan the impulses of adolescence.

Oleh karena itu, Hahn terobsesi oleh dekadensi moral atau penyakit sosial yang dia amati di masyarakat, dan sangat tergerak untuk mencari solusinya, beberapa “penyakit” tersebut misalnya seperti :

· Penurunan tingkat kebugaran karena adanya sarana transportasi modern, pada saat itu lokomotif atau mesin

· Penurunan memori dan imajinasi karena bingung, waswas, stress, gelisah akibat dampak dari modernisasi

· Penurunan tingkat keterampilan dan perhatian karena melemahnya tradisi dan budaya yang positif serta keahlian

· Penurunan disiplin diri karena ketergantungan pada obat-obat perangsang dan obat penenang

· Penurunan rasa cinta dan kasih sayang antar sesama karena masing masing sibuk dan egois dengan gaya hidup modernnya

Sebagai bagian dari perhatiannya terhadap kekuatan dan kemampuan fisik adalah, ia percaya bahwa setiap manusia memiliki bakat kemampuan fisik, baik bakat fisik alamiah maupun ketidakmampuan fisik alamiah, misalnya seperti cacat fisik.

Keduanya memiliki kelebihan dan memberikan kesempatan: satu untuk mengembangkan kekuatan dan yang lainnya untuk mengatasi kelemahan. Inilah yang menjadi prinsip atau pegangan Hahn’s berikutnya yaitu,

“Ada banyak kelebihan pada diri anda daripada yang anda pikirkan dan bayangkan.”

Tujuan Hahn adalah untuk menyediakan wahana ideal untuk mengaktifkan kesadaran dan potensi kekuatan tersebut, sehingga setiap orang dapat menemukan kesempurnaan jati diri manusianya dan salah satu wahana yang ia buat adalah Outward Bound atau lebih populer di Indonesia dengan istilah Outbound Training.

*dirangkum dari berbagai sumber

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes